Senin, 02 Juli 2012

Lihat Bagaimana PENJAHAT Di ATM Beraksi ???

So... simak aja semoga bermanfaat

1. Awal Mulanya

Pada gambar ini terlihat seseorang sedang melakukan transaksi di ATM.

2. Memasang Jebakan

Sebenarnya dia lagi memasang suatu alat di slot tempat kartu ATM dimasukkan. (Here's the Bad Guy !)

3. Siap Siaga Selalu

Tindakan ini tentu saja sangat beresiko. Sehingga penjahat-2 ini biasanya bekerja secara berkelompok, seperti yg terlihat digambar ada temennya yg bertugas mengawasi di luar. Jaga-2 kalo ada orang lain yg liat atau mungkin ada calon "korban potensial" yg mau masuk ke ATM tersebut.

4. Si Korban

Nah ini dia korbannya - Very Unlucky Guy (and it could be you) yg masuk setelah jebakan terpasang. Dia memasukkan kartu ATMnya seperti biasa untuk melakukan transaksi.

5. Trouble Comes

Setelah selesai bertransaksi anehnya kartu ATM nya gk gak bisa dikeluarkan lagi dari mesinnya. "Tertelan".

Bingunglah si korban, "Ada apa ini ?" Mungkin itu yg ada dipikiran dia saat itu.

Dan kalo kamu lihat gambar di pojok kiri atas... Yeah! [i]"Bantuan"[i] akan segera datang !

6. Ada Orang Baik Yg "Bersedia" Bantuin

Di gambar ini si penjahat berpura-pura menawarkan bantauan ke sang korban yg lg bingung, panik dan gk waspada. Tujuan utama dari si kriminil adalah mengetahui nomor PIN kartu ATM si korban yg lg "tertelan" ini. Bagaimana caranya ?

7. Mendapatkan Nomor PIN

Si penolong yg baik hati ini meyakinkan korbannya bahwa cara mengeluarkan kartu ATM adalah dengan menekan nomor PIN dan disaat bersamaan Dia akan menekan tombol "Cancel""Enter". Intinya dia ingin tahu berapa sih nomor PIN si korban ini. Pada gambar ini bisa kamu lihat kalo si penjahat dengan bebas melihat tombol apa aja yg ditekan oleh si korban (ngapalin 6 digit nomor PIN adalah hal yg mudah).

8. Usaha Yang Sia-Sia

Setelah berusaha berkali-kali (dan tentunya sia-sia belaka) si Penolong akan meyakinkan sang korban kalo kartunya sudah benar-benar tertelan oleh mesin ATM dan menyarankan kepada si korban untuk menghubungi pihak Bank.

9. Mengeluarkan Kartunya Kembali

Setelah situasi aman terkendali sang penolong eh penjahat ini akan kembali lagi untuk mengeluarkan kartu ATM dr alat jebakan yg dia pasang sebelumnya. Gak cuma kartu aja dia juga telah mendapatkan nomor PIN nya yg gak sengaja diperlihatkan korban kepada bajingan ini.

10. The Escape

Dari jam yg tertera di rekaman CCTV bisa diketahui dia hanya perlu waktu 24 detik untuk beraksi dan menurut catatan pihak bank penjahat ini berhasil membawa kabur duit $4.000 dari rekening 11. Senjata Rahasia

Dan ternyata alat yg digunakan seperti disamping ini terbuat dari kertas film x-ray (kalo kamu pernah foto rotgen pasti tau). Kenapa pake kertas film x-ray ? Alasannya sederhana warnanya sama dengan bibir slot kartu di mesin ATM ! Gak tau ni kalo ATMnya bank-2 kita warnanya apa, mungkin juga penjahat lokal memakai bahan yg lain.

12. Cara Memasangnya

Alat ini dimasukkan pd slot kartu dg posisi seperti ini. Pada ujung-2 nya dilipat dan diberi lem agar bisa melekat pada sisi luar maupun dalam dr bibir slot kartu ATM.

13. Tak Terlihat Kan ?

Dengan pemasangan yg "benar" kertas film tadi hampir tak terlihat apalagi bagi orang-2 yg tidak waspada.

14. Kenapa Kartunya Gak Bisa Keluar ?

Untuk mencegah kartu keluar dari slot (setelah transaksi normal dilakukan) dua sisi dari alat jebakan ini dipotong membentuk celah untuk menangkap kartu yg akan keluar dari mesin.

15. Cara Mengambil Kartunya

Gampang kan ? Si penjahat tinggal menarik bagian alat yg dilipat.

Tips Buat Kamu :
Saat kartu ATM mu tiba-tiba bermasalah (macet) segera cermati slot tempat kartu ATM dimasukkan barangkali ada sesuatu yg "aneh" disitu. Kalo ada semacam kertas seperti diatas tarik aja !
( tindakan ini gk perlu dilakukan kalo td kamu keliru masukin nomor PIN lebih dari 3X )

Segera telfon pihak bank (biasanya ada nomor yg tertera disamping mesin ATM) dan jangan meninggalkan lokasi ATM sampai ada petugas yg datang.

Tetap waspada dan jangan panik.
Sekali lagi tetap waspada !



Legenda El Dorado dan harta karun danau Guatavita



Ketika Christopher Colombus menemukan benua Amerika, kisah mengenai dunia baru yang kaya akan emas sampai ke Eropa. Tidak lama kemudian, para penakluk Spanyol mulai masuk ke peradaban Amerika Tengah dan Selatan termasuk Aztec dan Inca.

Francisco Pizzaro (1475–1541), yang berhasil menaklukkan peradaban Inca yang kaya raya pada tahun 1530an percaya kalau di tempat lain di benua itu masih tersimpan kekayaan tersembunyi yang bernilai besar.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan konfirmasi mengenai hal ini.

Tidak lama setelah penaklukkan itu, seorang pembawa pesan dari suku tidak dikenal muncul di Peru, tempat kerajaan Inca, dengan sebuah pesan untuk Raja Inca. pembawa pesan ini tidak tahu kalau kerajaan Inca telah ditaklukkan oleh Pizarro.

Setelah diinterogasi oleh para prajurit Spanyol, pembawa pesan itu berkata kalau ia adalah anggota salah satu suku di wilayah Bogota. Menariknya, pembawa pesan ini juga menceritakan mengenai sebuah kerajaan lain di wilayah yang sama dimana Rajanya berselimutkan debu emas dan berenang di danau emas.

Legenda yang mereka dengar inilah yang kemudian disebut dengan El Dorado yang berarti "Manusia bersepuh Emas".

Tertarik untuk mendapatkan emas yang lebih banyak, para penakluk dari Spanyol ini kemudian mengirimkan paling tidak lima ekspedisi besar untuk mencari El Dorado.

Salah satu ekspedisi yang dikirim adalah ekspedisi yang dipimpin oleh Gonzalo Jimenez de Quesada yang berangkat pada tahun 1536.

Bersama 500 prajuritnya, Ia masuk ke belantara lebat yang sekarang termasuk wilayah Columbia. Setelah menjelajah cukup lama dan menjumpai berbagai rintangan, Quesada dan timnya menemukan suku Chibca yang kaya raya. Namun, mereka tidak menjumpai raja emas dan danau emas yang dicari.

Tetapi, suku tersebut menceritakan kepada Quesada mengenai sebuah danau misterius di kawah gunung di dataran tinggi Andes di Bogota yang bernama Guatavita. Menurut mereka, setiap tahun, di danau itu, sebuah upacara misterius dilakukan oleh suku setempat yang bernama Muisca sebagai persembahan terhadap dewa mereka.


Sang raja, yang juga disebut Zipa, akan dibaluri dengan lumpur yang kemudian dilapisi lagi dengan debu emas. Setelah itu, ia bersama para tetua suku yang lain akan mengayuh rakit yang berisi emas perak dan perhiasan lainnya hingga ke tengah danau.

Setelah sampai di tengah, mereka akan membuang emas perak itu ke dalam danau. Lalu sang raja akan terjun ke danau untuk membersihkan tubuhnya dari debu emas dan lumpur yang menyelimuti tubuhnya.

Mendengar kisah luar biasa ini, Quesada memutuskan untuk mencari El Dorado.

Ia tidak bisa menemukan suku Muisca atau kota emas yang dimaksud, namun ia berhasil menemukan danau Guatavita.

Ketika penemuan ini diumumkan ke Spanyol, sebuah usaha dilakukan untuk mengeruk danau ini pada tahun 1545. Usaha ini dipimpin oleh Hernan Perez de Quesada, saudara laki-laki dari Jimenez de Quesada.

Quesada menggunakan para pekerja untuk mengeringkan danau dengan ember-ember raksasa. Setelah tiga bulan, level permukaan air danau turun sekitar 3 meter dan Quesada berhasil mendapatkan 18 kilogram emas dari dalamnya.

Pada tahun 1580an, seorang pedagang dari Bogota bernama Antonio de Sepulvada


mengerahkan 8.000 penduduk setempat dalam usahanya untuk mengeringkan danau itu dengan cara membuat pintu-pintu air di sisi danau. Ia berhasil menurunkan permukaan danau hingga 20 meter.Dengan cara ini ia berhasil menemukan emas dalam jumlah yang cukup besar. Namun kemudian sisi danau runtuh dan menewaskan banyak pekerja. Proyek ini kemudian dibatalkan.

Hari ini, kita masih bisa melihat sisi danau yang terpotong, sisa-sisa usaha yang dilakukan oleh Sepulvada.

Pada tahun-tahun berikutnya, ambisi bangsa Eropa untuk menemukan El Dorado muncul kembali ketika seorang pria misterius bernama Juan Martinez menceritakan mengenai sebuah kota emas bernama Manoa. Kota ini bisa saja berhubungan dengan legenda El Dorado, namun bisa juga tidak. Yang pasti, bangsa Eropa semakin percaya kalau Benua Amerika menyimpan kekayaan dalam jumlah besar.

Martinez bercerita kalau ia adalah seorang pengawas amunisi di sebuah kapal Spanyol yang menjelajahi sungai Caroni yang terhubung dengan Sungai Orinoco. Kapal mereka menjelajahi sungai hingga jauh ke dalam hutan belantara. Namun, gudang mesiu yang diawasinya meledak sehingga penjelajahan ini pun dibatalkan. Sebagai hukuman bagi Martinez, ia ditinggalkan di sungai tersebut dengan sebuah sampan.

Lalu, Martinez mengaku berjumpa dengan sekelompok anggota suku indian yang bersahabat. Mereka menutup mata Martinez dengan kain dan membawanya ke kerajaan mereka yang disebut Manoa. Martinez mengatakan kalau Istana raja Manoa yang dikunjunginya itu terbuat dari emas.


Pada tahun 1586, kisah ini sampai ke telinga Sir Walter Raleigh, seorang penjelajah ternama yang pernah mendirikan koloni pulau Roanoke yang legendaris.

Pada tahun 1595, Raleigh bersama rekan-rekannya berlayar menjelajahi sungai Orinoco di Amerika Selatan demi untuk menemukan Manoa. Namun, ekspedisi itu tidak menghasilkan apa-apa. Menariknya, mereka menemukan Jangkar Kapal Spanyol Martinez yang tersisa ketika terjadi ledakan di kapal. Jadi, paling tidak ada bagian dari kisah Martinez yang dapat dipercaya.

Walaupun tidak menemukan kerajaan emas Manoa, Raleigh membawa banyak sampel flora dan fauna yang eksotik serta sebuah batu indah yang menandakan adanya kekayaan alam luar biasa di tempat itu. Raleigh bahkan menulis sebuah buku mengenai penjelajahannya ini.

Raleigh sendiri percaya kalau kota Manoa sebenarnya terletak di wilayah danau Parime di belakang pegunungan wilayah Guyana. Ia bahkan menyediakan sebuah peta yang sangat akurat mengenai letak wialayah ini.

Pada tahun 1618, Raleigh kembali melakukan eskpedisi kedua untuk menemuan kota ini dengan biaya dari kerajaan Inggris. Namun ekspedisi ini juga gagal membawa hasil.

Kisah El Dorado tidak berhenti pada abad pertengahan saja. Para penjelajah abad-abad berikutnya masih terus mencoba menemukan kota emas tersebut. Walaupun begitu, perhatian terhadap danau Guatavita tidak pernah surut.

Pada tahun 1911, sebuah perusahaan pembuat emas kembali mencoba peruntungannya di danau Guatavita. Mereka berhasil membuang sebagian besar air danau itu dengan membuat terowongan dan pintu air. Namun, lumpur danau itu dengan segera mengeras dan hujan segera memenuhi danau itu kembali. Mereka hanya menemukan beberapa objek emas yang kemudian dilelang untuk membayar para investornya.

Pada tahun-tahun berikutnya, minat mencari El Dorado sepertinya mulai berkurang. Kebanyakan orang mulai beranggapan kalau El Dorado mungkin hanya sebuah legenda. Bahkan ada satu pendapat yang mengatakan kalau suku Indian yang menceritakan soal El Dorado mungkin telah berbohong untuk mengalihkan perhatian para penakluk dari desa mereka.

Namun, sebuah petunjuk besar muncul pada tahun 1969.

Dua orang pekerja yang sedang menggali di sebuah gua kecil di dekat Bogota tanpa sengaja menemukan sebuah patung emas. Patung itu berbentuk rakit dengan figur kepala suku dan delapan pria yang sedang mengayuh di atasnya.


Bentuk patung ini segera mengingatkan para peneliti dengan ritual El Dorado yang telah diceritakan selama ratusan tahun. Jadi, legenda itu ternyata benar.

El Dorado memang ada.

Namun, peneliti dari Los Andes University bernama Carl Langebaek punya pendapat sendiri. Menurutnya, El Dorado mungkin hanyalah sebuah produk dari imajinasi para penjelajah. Katanya:

"El Dorado tidak akan pernah ditemukan. Orang-orang akan selalu mencari emas di tempat yang paling mustahil sekalipun. Tidak peduli bahkan jika mereka menemukan satu istana emas sekalipun, selalu ada alasan untuk mencari El Dorado yang lain."Hari ini, Danau Guatavita terlihat sepi. Bahkan Turis pun jarang keliatan. Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Columbia memutuskan untuk menutup wilayah itu karena orang-orang sering membuang sampah ke dalamnya atau mencuci mobil di sana.

Saat ini hanya ada satu petugas pengawas yang ditempatkan untuk mengawasi danau itu.Jamie Beltran, sang pengawas percaya kalau danau itu meyimpan rahasia El Dorado.

"Saya yakin, emas dari El Dorado ada di dalam sana." Katanya sambil memandang air danau yang tenang.

Apa yang dipercayai oleh Beltran juga dipercaya oleh banyak orang lainnya. Tetapi, mungkinkah suatu hari danau Guatavita akan membuka rahasianya?

Perkhemahan Pandu Puteri Daerah CH 2012



 
 
Hai semua... bersiaran kembali setelah 5 hari "ABC" dibiar sepi tanpa kata. Rasa pelik bila cikgu tak berkata-kata kan. Sebagai permulaan, cheq sue nak kongsikan bingkisan tentang Perkhemahan Pandu Putei Daerah Cameron Highlands 2012 yang telah berlangsung di Kem Sungai Pauh, Taman Sedia CH pada 27 - 29 Jun yang lalu. Maaf jika n3 ni agak panjang ya...
 
Perkhemahan peringkat daerah ini julung-julung kali di adakan. Sebelum ni CH pernah menjadi tuan rumah bagi perkhemahan Pandu Puteri Tunas peringkat negeri pada tahun 2010 di tapak perkhemahan yang sama. Untuk pengisian aktiviti peringkat daerah, selalunya dibuat karnival atau sukanria, tetapi tahun ini perkhemahan dibuat sebagai menyahut cabaran Pegawai Kokurikulum PPD Puan Juanita Lee. Sebenarnya PPPCH mempunyai kewangan yang sangat terbatas selain sumber tenaga yang tidak mencukupi kerana rata-rata guru pemimpinnya adalah perempuan. Tapi, kami ingin membuktikan bahawa tidak ada apa yang tidak boleh di buat sekiranya ada usaha dan keinginan.

Cabaran pertama perkhemahan sudah tentulah cuaca yang tidak menentu. Setelah lama tidak hujan, 3 hari sebelum perkhemahan bermulanya hujan petang. Dan pada hari pertama, hujan dan kesejukan menjadi cabaran pertama untuk diatasi. Dengan penyertaan 8 buah sekolah (2 sekolah menengah dan 6 sekolah rendah) maka team urusetia mencuba sedaya upaya untuk menghadapinya. Boleh baca lanjutnya di sini

Untuk hari pertama, petangnya di adakan taklimat kepada guru dan peserta, manakala malamnya dijalankan aktiviti nyanyian. Dek kerana kesejukan melampau, aktiviti malamnya ditamatkan lebih awal untuk memberi peluang kepada pelajar merehatkan diri. Suhu pada malam itu dikatakan mencecah 8'C. Cheq sue sebagai orang dewasa sangat-sangat terkesan dengan kesejukan sehingga mengigil-gigil, jadi apatah lagi dengan pelajar sekolah rendah yang berumur 9 ke 12... Walaupun berselimut tebal, 2 lapisan toto, tidur masih terganggu. Itulah yang dikatakan pengalaman. Paling sejuk sepanjang 9 tahun di CH.



Untuk hari kedua, alhamdulillah cuaca baik walaupun kesejukan masih ada. Tak malu dikata, sepanjang 3 hari perkhemahan sekali saja cheq sue mandi. Di dalam gambar di atas, cheq sue pakai 2 tshirt dan 2 seluar. Rata-rata pelajar pun memakai sweater sepanjang masa. Pada hari kedua ni agak padat dengan aktiviti, bermula dengan senaman pagi, diikuti dengan gubahan dan permainan KIMS, kemudian memasak dan kraftangan, diikuti dengan pertolongan cemas dan ikatan & simpulan pada petangnya dan malamnya pula dibuat malam kebudayaan. COH (Court Of Honour) pula mengakhiri aktiviti malam tersebut. Untuk aktiviti yang dinyatakan tu, ada dibuat pertandingan dan ada sekadar pembelajaran kemahiran sahaja. Pada malam kedua ni, suhu agak sejuk juga, dalam lingkungan 10'C tetapi boleh tidur dengan lena. Alhamdulillah. Untuk bingkisan hari kedua ni boleh la tengok di sini



Ini adalah penolong kem komandan dengan pelajar dari SK Ringlet (rasanya). Pada petang hari kedua, kami berdua sempat bergerak ke tapak perkhemahan setiap sekolah untuk meninjau-ninjau. Cheq sue sebagai kem komandan, tidak banyak masa terluang yang ada kerana perlu menguruskan aktiviti dan juga perkara-perkara di sepanjang perkhemahan. Penolong kem komandan dan penasihat PPPCH Kak Suria banyak membantu melancarkan pergerakan dan perjalanan aktiviti, terima kasih banyak-banyak!



Ini adalah gambaran kabus yang menyambut kedatangan peserta pada hari pertama. Memang rasa macam kat oversea lah. Bila bercakap pun boleh nampak asap berkepul keluar dari mulut. Tiba-tiba aje kabus bergerak menyelubungi tapak perkhemahan. Walaupun begitu, semua peserta berjaya mendirikan khemah walaupun dalam kesejukan. Tahniah!!





Di sini pula tempat urusetia. Segala perancangan, perbincangan hatta makan pun di sini. Lupa nak cerita, sepanjang perkhemahan ni, sarapan, makan tengah hari dan makan malam ditempah manakala untuk minum pagi, minum petang, minum malam dan minuman sepanjang perkhemahan dibuat secara bergilir-gilir oleh setiap sekolah. Ini secara tidak langsung dapat mengurangkan masa dan perbelanjaan membeli bahan mentah. Sebenarnya dalam sesuatu perkhemahan, makan dan minum peserta memang menjadi agenda penting dan perlu dirancang dengan baik. Tahniah kepada Kak Ani dari SK Kampung Raja yang berjaya mengetuai team makan minum ni dengan jayanya walaupun dalam keadaan tidak sihat (sambil rindukan anak pun ya...)

Hari ketiga merupakan penutup kepada perkhemahan ini. Pada paginya di adakan kembara yang dikendalikan oleh SMK Sultan Ahmad Shah dengan bantuan abang-abang RELA yang mengetuai perjalanan. Dalam masa 1 jam pelajar berjaya menamatkan perjalanan dan kembali semula ke tapak perkhemahan untuk mengemas barang, menurunkan khemah dan bersedia untuk majlis penutup.

Bagi majlis penutup, ianya dilakukan secara dalaman dengan dilakukan oleh Pesuruhjaya PPPCH Kak Suria. Dijalankan dalam keadaan tenang dan gembira kerana segala yang dirancang telah dilakukan dengan sempurna. Beliau menzahirkan rasa gembira dengan kejayaan aktiviti ini dan berharap dapat membuatnya lagi pada tahun akan datang. Pada majlis ini juga di adakan penyampaian hadiah kepada pemenang aktiviti dan cenderahati kepada guru pengiring. Tahniah kepada Kak Nor dan Dasilla yang menjadi pengiring kepada pasukan SEMEKAR kerana berjaya memenangi pertandingan memasak (no 3) dan khemah terbaik (no 1). Untuk senarai penuh pemenang aktiviti dan ceritanya bolehlah dibaca di sini.

Secara peribadi, cheq sue ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat menjayakan perkhemahan kali ini terutama kepada penasihat perkhemahan iaitu Kak Suria dan penolong kem komandan iaitu Zu serta ajk urusetia lain yang banyak membantu. Dengan pengalaman yang tidak seberapa, tugas kem komandan digalas penuh tanggungjawab yang akhirnya memberi pengalaman berharga kepada diri sendiri. Kepada semua pelajar dan guru pengiring yang mengikuti perkhemahan ini, cheq sue mohon maaf jika ada silap dan salah, mana tahu terkasar bahasa semasa mengendalikan semua aktiviti. InsyaAllah jika ada rezeki boleh kita berjumpa lagi. Wassalam...

Note : Terima kasih kerana menghabiskan bacaan n3 ini  ^_^

Stylish Thankyou

Cerita Dewasa - Liburan bersama sopir dan pengawal pribadi


Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya beberapa tahun yang lalu, ketika itu saya masih aktif bekerja pada sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Saya bekerja mempunyai kedudukan yang cukup lumayan dan berpenghasilan lumayan pula. Saya bekerja mendapat antar jemput dan dikawal oleh seorang Satpam kantor. Sebut saja Sopir saya bernama Giman dan Satpam saya bernama Robin.

Saya sangat dekat pada mereka dan tidak ada batas untuk jarak antara atasan dengan bawahan. Merekapun sangat menghormati saya dan sebaliknya. Pernah saya mengajak mereka untuk berlibur dan saya mentraktir mereka. Mereka sangat girang karena ini bukan pertama kalinya diajak liburan. Ketika itu saya mengajak mereka berlibur ke daerah Puncak Cipanas, saya menyuruh Giman untuk mengarahkan kendaraan ke daerah Sanggabuana. Giman menuruti perintah saya dan mobilpun diarahkan. Ketika sudah dekat saya arahkan kendaraan belok kiri setelah kantor salah satu Bank Pemerintah. Jam menunjukkan pukul 20.00 wib.

Ketika memasuki daerah tersebut ada beberapa orang mengejar mobil kami dan ada yang lompat kebagian belakang untuk ikut dengan kami. saya suruh Giman untuk menghentikan mobil dan Robin turun untuk menegurnya. Rupanya orang-orang tersebut adalah penghubung beberapa PSK sekitar. Orang-orang tersebut turun dan meninggalkan kami, kami melanjutkan perjalanan untuk menelusuri lorong/gang untuk menuju tempat mangkalnya para PSK yang sudah terkenal tersebut.

Setibanya disana kami disambut oleh seorang PSK yang rupanya telah mengenali mobil kami dan Dia masuk kedalam mobil. Sebut saja PSK tersebut bernama Tia, Tia langsung mencium pipi saya karena sudah kenal. Giman dan Robin tersenyum melihat hal tersebut.

"Kenapa pada senyum..?" tanyaku pada mereka.
"Ach.. Nggak kok Pak.." jawab mereka berbarengan.
"Kenalin ini Tia.." kataku lagi.
"Tia.." Tia mengulurkan tangannya.
"Kalian pada mau nggak..?" tanyaku lagi pada mereka.
"Malu Pak.." jawab Giman.
"Kenapa mesti malu, kan ada saya.." hiburku lagi.
"Nggak punya anu Pak.." jawab Robin sambil jari jempol dan telujuknya digesekkan.
"Tenang aja.. saya yang traktir.." jawabku.
"Pilih sana.. Semuanya Ok.. Kok " kataku lagi.
"Pilih Mas.. Mumpung masih agak siang.." suruh Tia.

Giman dan Robin turun dari mobil dan pergi kerumah dimana Tia dan teman-temannya ngumpul, Tiapun mendampingi mereka sedangkan saya menunggu dimobil.

"Disini terjamin dech Mas.." kata Tia memberi garansi.
"Saya pilih yang ini.." kata Giman sambil menunjuk salah satu PSK. Tia pun memanggil Rani dan langsung diperkenalkan kepada Giman.
"Saya pilih yang itu.." Robinpun nggak mau kalah.

Tia memanggil Tuti dan langsung diperkenalkan kepada Robin. Setelah menemukan pasangan masing-masing, mereka kembali ke mobil. Mobil Kijang kapsul kamipun pergi meninggalkan lokasi dan menuju kevilla yang biasa saya pakai untuk liburan bersama Tia, Villa tersebut cukup luas dan besar karena mempunyai 4 kamar tidur dan semuanya ada kamar mandinya didalam. saya menempati kamar tidur utama yang berukuran cukup luas.

Sebelum menempati kamar masing-masing, kami berkumpul diruang tengah untuk menikmati bekal yang kami bawa dari Jakarta beramai-ramai sambil minum-minum beer dan beberapa minuman beralkohol cukup tinggi seperti Vodca dan Beefeater yang harum seperti parfume. Setelah mereka kelihatan sudah pada mulai pening, saya suruh mereka memasuki kamar masing-masing dan Merekapun pergi meninggalkan saya dan Tia yang masih asyik menikmati minuman. Rupanya Tia sudah agak mabuk dan bicaranya sudah ngawur, saya bawa Tia ke kamar dan saya rebahkan ditempat tidur. Tia menarik saya untuk menemaninya tidur, Tia langsung meraih ikat pinggangku dan langsung memerosoti celanaku.

"Hallo Babby.." Salamnya ketika melihat kemaluanku menyembul keluar dari sarangnya.

Tia langsung mengulumnya dengan ganas dan rakus, karena sudah kangen merasakan sodokkan dari kemaluanku ini. Sayapun melepaskan baju yang belum sempat dilepaskan oleh Tia, karena sudah nafsu ingin melahap kemaluanku.

"Hmm.. Chayaang.." gumamnya sambil terus mengulum kemaluan saya.

Saya tarik rambutnya perlahan dan saya suruh Tia untuk melepaskan pakaiannya. Tiapun langsung melepaskan pakaiannya sampai benar-benar polos alias bugil. Tia berdiri diatas saya sambil menari-nari erotis serta mengusap-usap bibir vaginanya yang merah merekah, saya hanya tersenyum melihat tingkah lakunya yang lucu. Tia secara perlahan-lahan mendekatkan bibir vaginanya kekemaluan saya sambil menari-nari dan digesek-gesekkan vaginanya sehingga membuat kemaluanku tegang. Melihat kemaluanku sudah tegak lurus tepat dibibir vaginanya, Tia langsung menghujamkan agar kemaluan saya memasukki lubang vaginanya.

Tetapi kemaluanku tidak mau masuk juga karena lubang vaginnya sempit. Akhirnya Tia merebahkan diri sambil mengangkangkan kedua pahanya agar vaginanya terbuka lebar dan saya disuruhnya untuk mengambil posisi menindihnya dari atas. Saya mengarahkan kemaluan saya tepat dibibir vaginanya dan masih tidak bisa masuk juga, maka dengan secara paksa saya tekan kepala kemaluan saya dengan jari agar dapat memasukki lubang kemaluannya dan akhirnya masuk juga.

"Ouuchh.. Sakit.. Aa'.." desah Tia dengan kebiasaan memanggilku Aa'.
"Habisnya peret sichh.." kataku pelan.

Saya menekan terus kemaluan saya dan masuklah semua sampai dalam dan saya masih membiarkan kemaluan saya terbenam tanpa melakukan reaksi apa-apa, saya hanya melakukan ciuman bibir dengan bersemangat Tia mengulum bibir saya serta memeluk pinggang saya agar kemaluan saya menekan lebih dalam lagi.

"Hemm.. Emm.." suaranya pelan sambil terus mengulum bibir saya.

Saya mulai melakukan goyangan turun naik ketika Tia memulai menggoyang pinggulnya kekiri dan kanan. Tia semakin menggila goyangannya ketika sudah mencapai orgasmenya yang pertama dan himpitan vaginanya semakin menyempit dan licin setelah cairan kenikmatan mulai membasahi lubang vaginanya.

"Aa'.. Tiaa.. Nggak.. Kuaatt.." desahnya panjang.

Tiapun mengendurkan himpitan pahanya karena lemas setelah orgasme. saya masih membenamkan kemaluan saya tanpa reaksi apa-apa, karena saya sedang berusaha agar Tia bangkit kembali gairahnya dengan cara menciumi bagian belakang telinganya serta membuat merah sekitar leher dan susunya dengan cupangan. Beberapa menit kemudian Tia bangkit lagi dan meminta agar ganti posisi, Tia mengubah posisinya menungging seperti anjing sedang mau pipis. Sayapun menghujamkan kemaluan saya dari belakang mengarahkan ke lubang vaginanya.

"Aa'.. Enak sekali A'.." desahnya. Saya mulai memompa maju mundur kemaluan saya sesuai dengan irama permainan pada lazimnya. Dan beberapa menit kemudian Tia mendesah-desah nikmat.

"Aa'.. Tooloong A'.." desahnya.
"Yaa.. Keapa chayaang.." kataku.
"Tiaa nggak.. Tahann.. A'.." desahnya lagi.
"Tahan sebentar chayaang.. Aa'.. Jugaa " kataku lagi.

Saya semakin gencar memompa maju mundur agar kami dapat merasakan orgasme secara bersamaan. Dan akhirnya saya dan Tia mencapai puncaknya secara berbarengan. Setelah kemaluanku mulai menciut, saya melepaskan dari lubang vaginanya Tia dan terkulai lemas ditempat tidur sambil berpelukkan.

Beberapa menit kemudian saya timbul niat jailku untuk mengerjai Giman dan Robin, saya keluar kamar bersama Tia masih dalam keadaan bugil menuju kamar Giman dan Rani. Saya ketuk pintu kamar mereka dan Giman membukakan pintu dengan menggunakan handuk, Gimanpun kaget karena melihat saya dan Tia datang dengan keadaan bugil.

"Ngapain ditutupi, buka.." perintahku pada Giman.
"Maalluu Pak.." jawabnya gugup.
"Buka.." perintahku sekali lagi.

Gimanpun melepaskan lilitan handuk dan tersembulalah kemaluannya yang masih tegang dan agak basah pada batangnya.

"Kamu lagi main ya barusan..?" tanyaku pada Giman.
"Iyyaa.. Pak.." jawabnya gugup.
"Ayo sana.. Teruskan lagi.." kataku.

Gimanpun mau menutup pintu, tetapi saya menahannya dan kami masuk kedalam untuk melihat Giman main dengan Rani. Giman menaiki tempat tidur dengan perasaan malu-malu.

"Ayo teruskan.. Kan lagi nanggung tadi.." kataku pada Giman.

Rani masih menutupi tubuhnya denga selimut karena malu dengan keberadaan kami.

"Ayoo.. Ran.. Teruskan lagi.." kata Tia memberi semangat.

Ranipun membuka selimutnya dan dilemparkan kelantai, Gimanpun mengarahkan kemaluannya kelubang vagina Rani dan langsung memompanya. Beberapa menit kemudian Giman mencapai orgasmenya.

"Oohh.." desah Giman sambil memeluk Rani serta mencium bibirnya.

Kami tahu kalau Rani belum mencapai puncaknya, melihat hal itu saya suruh Rani untuk pergi kekamar mandi agar membersihkan lubang vaginanya dari tumpahan peju si Giman. Setelah selesai membersihkan diri Rani kembali kekamar dan melihat kemaluan saya sedang dilumat oleh Tia. Rani saya suruh tidur disebelah saya dengan posisi kedua pahanya mengangkang, saya melepaskan kuluman dari Tia dan mengarahkan kemaluan saya ke lubang vagina Rani.

"Ouuchh.. Pak.. Nggak muaatt.." rintih Rani ketika kemaluan saya memasuki lubang vaginanya.

"Tahaann sebentar.." kataku.

Saya memompa kemaluan saya dengan cepat agar Rani cepat-cepat mencapai orgasmenya. Benar saja, tidak lama kemudian Rani mencapai puncaknya sambil memelukku dengan erat.

"Paakk.. Raannii.. Oochh.." desahnya panjang.

Saya belum mencapai orgasme, saya mengajak Giman, Rani dan Tia untuk mengerjai Robin dan Tuti dikamar sebelah. Giman mengetuk pintu kamar Robin, Robin membuka pintu dan mengintip dar balik pintu. Betapa kagetnya Robin ketika melihat kami datang kekamarnya dalam keadaan bugil semua. Robin berusaha menutup pintu, tetapi didorong oleh Giman dan melihat kedalam tampaklah Tuti masih mengangkangkan pahanya karena lagi tanggung digenjot oleh Robin. Melihat hal itu saya menanyakan pada Robin.

"Bin.. Kamu lagi tanggung yaa..?" tanyaku.
"Iyaa.. Pak.." jawabnya gugup.
"Sudah berapa kali Kamu main..?" tanyaku lagi.
"Sudah yang ketiga Pak.." jawabnya polos.

Mendengar hal itu, saya menyuruh Tuti untuk membersihkan diri dikamar mandi dan Robin saya suruh melanjutkan permainannya denga Rani pasangan Giman. Robin menurut saja, karena takut oleh saya. Dan Rani naik ketempat tidur dan disusul oleh Robin yang kemaluannya masih tegang karena tanggung.

Tuti kembali dari kamar mandi dan dilihatnya Robin sedang menggumuli Rani, saya suruh Tuti untuk tidur disebelah Rani sambil membuka kedua pahanya dan saya mengambil posisi untuk memasukkan kemaluan saya ke lubang vagina Tuti. Saya menyuruh Tia mengerjai Giman yang hanya melongo untuk menjilati lubang vaginanya, karena saya tidak mau Tia dipakai oleh Giman. Robin rupanya sudah mencapai puncaknya secara bersamaan dengan Rani, sebab keduanya berpelukan dengan desahan panjang. Saya memompa Tuti dengan cepat agar menyusul mereka yang telah menikmati puncak kenikmatan. Rupanya Tuti lebih dulu mencapai puncaknya dan saya menyusul beberapa menit kemudian. Melihat saya mencapai puncaknya, Tia menghampiri saya dan langsung meraih kemaluan saya untuk dikulumnya agar bersih dari sisa-sisa air kenikmatan bersama Tuti tadi.

Setelah itu kami keluar kamar Robin dan berkumpul diruang tengah untuk menikmati sisa minuman yang masih ada dan dilanjutkan dengan persetubuhan secara massal dilantai ruang tengah. Tia, Rani, Tuti disuruh tidur telentang sambil mengangkangkan pahanya agar lubang kemaluannya terbuka lebar karena akan disiram minuman beralkohol yang nantinya akan diminum sambil dijilati oleh saya, Giman dan Robin. Permainan semakin pagi semakin Hot dan semakin gila, kesemuanya ini kami lakukan hingga menjelang Subuh.

Jam menunjukkan pukul 10.18 wib. saya terbangun karena badan terasa dingin, maklum kami semua tidur dilantai. Saya lihat mereka masih tertidur pulas karena kelelahan akibat permainan gila semalaman. saya melihat Tia tidur dengan posisi telentang dengan paha sebelah kanan membuka lebar, Rani tidur diatas tubuh Giman dengan kemaluan Giman masih terbenam dilubang vagina Rani, Robin tidur berpelukkan dengan Tuti. Sudah menjadi kebiasaan setiap pagi bangun tidur tidak sendiri tetapi berdua dengan saya junior alias kemaluan yang berdiri tegang.

Saya melihat posisi Tia seperti itu, maka dengan mudah saya dapat melampiaskan ketegangan kemaluan saya ini dengan menghunjam ke lubang vagina Tia yang agak terbuka. Tia terbangung ketika kemaluan saya menguak lubang vaginanya sambil membuka paha kirinya yang lurus agar membuka lebar. Melihat hal itu Tia tersenyum dan membantu dengan menggoyangkan pinggulnya. kami main tidak terlalu lama karena sudah kelelahan akibat permainan semalam.

Setelah mencapai orgasme, saya membangunkan mereka semua agar cepat-cepat membersihkan diri dan siap-siap untuk kembali ke Jakarta. Saya memberikan sejumlah uang service kami kepada Tia dan teman-temannya. Tarifnya tidak terlalu mahal, mungkin karena mereka merasa senang berteman dengan kami dan minta kami menjadi langganan dan sering-sering mengunjungi mereka lagi.

Mungkin bagi para penggemar situs ini tidak percaya bahwa saya memberikan cuma seratus lima puluh ribu untuk menemani kami dari sekitar jam 21.30 wib s/d jam 10.30 wib. Sewa Villapun cuma seratus dua puluh lima ribu permalam. Sejak kejadian ini kami sering pergi bersama dengan kurun waktu seminggu atau dua minggu sekali. Dan merekapun sudah siap ketika kami telepon dari Jakarta.

Tamat


Minggu, 01 Juli 2012

twitter ganti logo menjadi burung

"Mulai sekarang, Anda hanya akan melihat burung Twitter yang sudah disederhanakan. Burung ini secara universal akan menjadi simbol Twitter,


Twitter ingin lebih dikenal dengan logo burung. Maka, layananmikroblogging ini mengganti logo huruf 't' yang kita kenal selama ini menjadi logo burung putih berlatar biru muda.


"Mulai sekarang, Anda hanya akan melihat burung Twitter yang sudah disederhanakan. Burung ini secara universal akan menjadi simbol Twitter," demikian pengumuman Twitter melalui blognya yang dikutipdetikINET, Jumat (7/6/2012). 


Menurut situs 140 karakter ini, Twitter sudah dikenal dengan simbol burungnya dan karakter burung yang ditampilkan oleh Twitter pun sudah identik dengan layanannya.


Logo burung sebenarnya sudah lama ditampilkan Twitter, namun versi kali ini si burung tampak lebih ramping dan ringan, dengan sayap yang lebih sederhana, dan dengan angle yang sedang mengangkasa, layaknya burung yang ingin terbang tinggi. 


Twitter tidak memberikan alasan mengganti logonya tersebut, namun kebanyakan pengguna Twitter yang menyadari perubahan ini mengaku senang dengan logo baru. Hashtag #twitterbird sempat menjadi trending topic tak berapa lama logo tersebut diluncurkan.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Misteri Cinta ~ ep. 20



 
 



 
Janji diikat sehidup semati, semoga bahagia kekal abadi…

Chempaka dan Syameer mengadakan majlis perkahwinan mereka sempena cuti hujung minggu. Pasangan itu memilih warna biru laut sebagai tema majlis mereka. Dayang Atikah dan Amjad akan menjadi pengapit semasa majlis persandingan itu nanti. Mereka diminta mengenakan kebaya dan baju Melayu dalam warna putih susu. Atas permintaan Chempaka dan Syameer, mereka terpaksa akur walaupun pada mulanya Amjad kurang bersetuju. Ternyata dia masih jauh hati dengan Dayang Atikah yang menjadi tumpuan orang lain selain dirinya.
Dan atas sebab cemburu itu juga mereka sudah tidak bertegur sapa hampir dua minggu. Amjad kembali dingin dengan Dayang Atikah kerana jambangan bunga yang diterimanya sedangkan dia tidak pernah menunjukkan perasaan cemburunya kerana Amjad menerima kiriman nota ringkas satu masa dulu. Kalau adapun di antara mereka bagaikan orang asing yang tidak saling mengenali. Dayang Atikah mengawal perasaannya yang didera secara halus oleh Amjad. Dia tahu perasaan lelaki itu namun bukan salahnya. Kalau Amjad memulakan perang terhadapnya, dia akan membalas biar lelaki itu tahu dia bukannya barang yang boleh digunakan dan dibiarkan sesuka hati.
Dayang Atikah mencapai kebaya yang telah ditempahnya untuk ke majlis petang nanti. Tudung putih digandingkan bersama. Wajahnya kelihatan ayu dan manis. Agaknya seri pengantin turut terbias ke arahnya. Ibu yang turut datang dari Batu Pahat juga sedang bersiap. Chempaka teringin benar untuk bertemu ibu sempena majlisnya itu. Bukannya apa, mama dan papanya tidak dapat datang, maka sudah tentulah dia memerlukan pengganti untuk menghilangkan debar di hatinya hari ini. Memanglah kehadiran Dayang Atikah dapat meredakan perasaannya namun dengan adanya ibu, Chempaka rasakan hidupnya semakin lengkap dan sempurna. Lagipun ibu Dayang Atikah sudah dianggapnya seperti ibunya sendiri.
Malam tadi, dengan dua kali lafaz, sahlah Chempaka menjadi permaisuri dalam hidup Syameer. Dayang Atikah bahagia, begitu juga dengan ibunya dan beberapa teman lain yang turut sama dalam majlis itu. Amjad yang hadir berada di belakang Syameer dan hanya memandang sekali sekala ke arahnya yang berada di sebelah Chempaka. Nampaknya sampai begitu sekali dia memendam rasa terhadap Dayang Atikah. Susahkah baginya untuk berlagak selamba seperti biasa? Minta-mintalah tiada yang perasan, Chempaka, Syameer ataupun ibunya.
Ketika acara menepung tawar, barulah Dayang Atikah dapat melihat ada senyuman di bibir basah Amjad. Dia tahu Amjad cuba menyesuaikan emosinya dengan keadaan dan tidak ingin merosakkan majlis sahabatnya itu.
Entahlah Am, aku pun tidak tahu apakah yang akan terjadi dalam perhubungan kita ini… Andai kau berterusan menyalahkan aku, di manakah hak aku sebagai seorang perempuan untuk cemburu terhadapmu?
“Tahniah Chem, Syameer. Aku doakan kebahagiaan korang berdua. Nampaknya lepas ni terpaksalah aku tinggal sorang-sorang kat rumah tu. Maklumlah Syameer dah rampas kau dari aku. Sedihnya.”
“Janganlah cakap macam tu. Amjad kan ada. Korang bila lagi? Aku doakan cepat-cepat sikit sampai jodoh korang ni. Tak begitu ibu?”
“Kau jangan tunggu lama-lama lagi Am. Nanti kehilangan dia, menyesal!”
Puan Khadijah tersenyum mendengar usikan Chempaka dan suaminya.
Amjad tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Syameer itu. Kalau boleh sekarang juga dia ingin melamar Dayang Atikah namun apakan daya…
Aku sudahpun kehilangannya Syameer!
Puan Khadijah memandang Amjad dan Ika, anaknya. Dari firasatnya sebagai seorang ibu, dia dapat merasakan ada yang tidak kena di antara pasangan itu. Chempaka ada memberitahunya bahawa sejak kebelakangan ini mereka berdua telah berkawan baik namun pada hari ini keduanya tidak ceria malah saling mengelakkan satu sama lain. Dia cuba mencari-cari jawapan namun fikirannya buntu…


Setelah kau pergi, aku sendiri di dalam sepi.. Bisakah yang hilang berganti kembali?

Dayang Atikah memandang bilik yang kosong di hadapannya. Sudah dua minggu dia bersendirian. Chempaka meninggalkan dia dan tempat yang penuh kenangan itu dan kini membina hidup baru bersama suaminya di Taman Morib. Pertemuan mereka hanya di sekolah. Ternyata keadaan sekarang sudah berubah. Sesungguhnya dia amat rindukan kehidupan yang lalu di mana dia dan Chempaka saling berkongsi suka dan duka bersama.
Kini Tania yang akan menyewa di rumah itu bersamanya. Sebelum ini Tania tinggal di Kuarters SMKPI, tapi dia meminta keluar dari situ kerana tidak mahu terlalu terikat dengan peraturan. Maklumlah gadis bandar…
Dayang Atikah tidak kisah, mungkin dia belum kenal Tania sepenuhnya. Dia bergaul dengan sesiapa sahaja.


Mendung hitam mengarak mega, bilakah mentari akan bersinar?

“Am, Dayang ada sesuatu yang hendak dibicarakan dengan Am. Boleh balik dengan Dayang petang ni?” Dayang Atikah menegur Amjad ketika lelaki itu menghulurkan senarai peserta untuk pertandingan melakonkan drama klasik yang akan di anjurkan oleh Kelab Bahasa.
“Kalau cakap sekarang tak boleh ke?” Amjad menjawab. Matanya tidak memandang Dayang Atikah.
“Dayang perlukan suasana yang lebih privacydaripada di sini.”
“Petang ni  Am berjanji dengan Kamarul hendak ke Kuala Lumpur.”
Dayang Atikah mengeluh. Sesungguhnya dia tidak percaya dengan kata-kata Amjad itu. Dia pasti bahawa lelaki itu mengelak daripada berbicara dengannya.
“Kamarul dah  bagitahu Dayang tadi, dia akan ke PPD untuk mendapatkan butiran lanjut mengenai pertandingan Debat Negeri bulan depan. Itu bukanlah alasan yang baik untuk Am mengelak dari Dayang. Kita perlu lakukan sesuatu untuk memperbaiki hubungan kita ini.”
“Apa yang Dayang maksudkan ni?”
“Jangan berpura-pura Am. Hipokrit. Dayang tunggu Am di Pelabuhan pukul 5 petang nanti.”
Dayang Atikah berlalu selepas melafazkan kata-kata itu kepada Amjad. Sedih hatinya dengan perlakuan Amjad yang langsung tidak menghargainya. Langsung tidak memberi peluang kepada dirinya. Di manakah Amjad yang dikenalinya dulu?
Ada sesuatu di mejanya ketika dia sampai di bilik guru. Sejambak bunga tulip pelbagai warna. Memang kegemarannya. Ada putih, kuning, merah, dan merah jambu. Manarik sekali. Namun dari siapa pula kali ini? Seperti dulu, tiada nama atau pengenalan pada kad yang disertakan bersama jambangan itu. Sekadar coretan ringkas untuk berkenalan dengannya. Masakan Amjad yang memberi jambangan itu? Mungkin sebagai tanda maaf? Tetapi tiada sepatah kata yang keluar dari bibirnya tentang jambangan tersebut. Dayang Atikah buntu dan bercelaru. Tania yang berada di mejanya dipandang.
“Tania, kau tahu siapa yang meletakkan bunga ni di sini?”
“Tadi aku nampak Adha yang letakkannya kat situ.”
Adha lagi! Malas dia hendak bertanya siapa yang menghantar bunga tersebut. Dia percaya bukan Amjad. Mungkin lelaki lain. Sayang, dia tidak berminat. Dalam hatinya cuma ada Amjad, sama ada lelaki itu tahu atau tidak.
Jambangan itu segera dicampakkan ke dalam tong sampah. Walaupun tulip amat digemarinya, namun misteri begini membuatkan dia tidak suka.  Hatinya segera dibersihkan dari sebarang rasa marah dan keliru. Bibirnya mengukir senyum. Dia memandang Tania yang sedang membungkus sesuatu dalam kotak sebesar saiz pizza sederhana.
“Kenapa kau buang bunga tu Dayang? Jangan kau cakap kau tak sukakan tulip jugak.”
“Malas aku nak layan orang yang macam tu. Nak berkenalan buatlah betul-betul. Ini tidak, hantar bunga je. Bukannya boleh makan. Hadiah untuk siapa ni?”
“Untuk seorang teman baru.”
“Kau tak kisah kalau aku nak tahu?”
“Mana boleh? Tunggulah kalau dah confirmnanti. Petang ni kau balik dengan apa?”
“Kenapa?”
“Lepas sekolah ni aku terus nak ke Pelabuhan.”
“Teksi kan banyak. Aku balik dengan teksilah. Kau nak buat apa di sana?”
“Adalah, rahsia.”
“Kau ni tak pernah tak ada rahsia dengan aku.”
Tania hanya tersenyum dan mengemaskan barang-barangnya. Sudah pukul 1.30 petang.
“Aku pergi dulu.”
Dayang Atikah hanya tersenyum memberi tindak balas kepada Tania. Teman serumahnya itu sentiasa ceria. Tak pernah ada awan mendung dalam hidupnya.
Barang-barang yang hendak di bawa balik dimasukkan ke dalam beg bimbitnya yang dihasilkan daripada mengkuang, pemberian badan pengawas perpustakaan pada sambutan hari guru yang lepas. Setelah itu dia keluar dari bilik guru. Teman-teman lain yang ingin balik dihadiahkannya dengan senyuman. Dia segera ke tempat menunggu teksi. Hampir 20 minit menunggu, teksi yang dinantinya tiba. Segera dia naik dan memberitahu arah tujunya.
Namun baru saja teksi itu bergerak, dia menukar arah untuk ke Pelabuhan. Hatinya tergerak untuk melihat apakah yang Tania lakukan di sana. Bagaikan ada sesuatu yang menggamitnya.
Turun dari teksi, dia mencari-cari kereta Satria GTI milik Tania. Matanya melilau ke kiri dan kanan. Dan nun di bawah pokok ru sana, dia ternampak kereta itu bergandingan dengan Wira Kuning. Milik siapa? Dadanya berdebar. Dan matanya tidak pernah menipu apabila kelibat Amjad sedang tertawa bersama Tania dilihatnya. Perasaannya menjadi tak tentu. Bagaimana pula dia tidak tahu perhubungan Tania dengan Amjad? Patutlah semanjak dua menjak ni Amjad tersangat-sangatlah lain, rupa-rupanya perasaan itu telah dimiliki oleh Tania. Agaknya hadiah tadi pun untuk Amjad. Dayang Atikah terfikirkan kad yang diterima oleh Amjad dulu.
Tania? Sungguh dia tidak percaya perempuan itu lebih cepat memulakan langkah berbanding dirinya…. Dayang Atikah terasa ingin menangis… 


Stylish Thankyou

Seramania : Hubungan erat antara peminat 2 negara..

Seperti yang telah saya tulis di dalam artikel yang lepas...serama mampu menambah jaringan persaudaraan dan hubungan ukhwah antara peminatnya walaupun berlainan bangsa mahupun negara. Walaupun saya masih sahaja baru dalam arena ini, semakin ramai rakan-rakan yang sama minat menjadi rakan-rakan saya yang kebanyakannya berhubung melalui jaringan teknologi moden ini.

Bagi peminat serama tegar di Malaysia, hubungan dengan peminat serama Indonesia sudah bertaut lama lantaran budaya dan komunikasi yang hampir sama. Bukan pekara asing bagi pemain serama Malaysia yang berkunjung ke sana dan begitu ramai juga peminat seramania Indonesia yang berkunjung ke sini untuk mengeratkan dan menrapatkan hubungan sesama kita.

Salah seorang yang kerap berhubung dengan saya adalah saudara Hellme Lambreta dari "Serama Independent Community (SIC) Indonesia". 


Terima kasih atas sumbangan Piala BOTB Raja Kenyir (gambar di bawah) yang datang dari SIC. Moga hubungan ini makin erat dan memeriahkan lagi semangat dan keceriaan di dalam arena serama. Terbaikkk buat rakan-rakan seramania di Indonesia khasnya saudara Hellme.

Piala BOTB Raja Kenyir (Sumber gambar : FB SeramaAnak Johor)
BOTB Raja Kenyir (Sumber : FB SAJ)